Xioami Umumkan Kerugian Keuangan

"Xioami mengalami kerugian hingga Rp 15,2 triliun"
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF-Xioami membuat pernyataan yang menyebutkan perusahaan tersebut mengalami kerugian Rp 15,2 triliun atau setara tujuh miliar yuan. Kerugian ini terdapat dalam dokumen setebal 621 halaman yang dipersiapkan untuk IPO.

Dilansir dari techcrunch pengajuan IPO Xiaomi adalah yang paling besar sejak 2014, setelah Alibaba Group. Xiaomi menargetkan setidaknya 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 139,7 triliun) untuk mencapai valuasi 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.397 triliun).

Dalam dokumen tersebut, dilaporkan pendapatan Xiaomi naik ke angka 34 miliar yuan (sekitar Rp 74,2 triliun) pada tiga bulan pertama tahun ini. Vendor smartphone Tiongkok ini juga mencatat profit 1.038 miliar yuan (sekitar 2.267 triliun) ketika one-time items tidak disertakan.

Xiaomi berada di posisi keempat sebagai vendor smartphone dengan pengapalan global terbesar menurut riset dari IDC. Pendapatan utama Xiaomi berasal dari negaranya sendiri, tapi Xiaomi tak bergantung pada pasar Tiongkok.

Merek Xiaomi juga semakin populer di India dan menjadikannya vendor smartphone dengan pangsa pasar nomor satu. Xiaomi pun percaya diri menyasar pasar Eropa dan AS. Xiaomi mengklaim telah menjual produknya ke 74 negara, termasuk AS di mana Xiaomi menjual aksesori dan item non-smartphone.