Facebook Klaim Punya 2 Miliar Pengguna, Setengahnya Disebut Akun Palsu

"Klaim Facebook akan jumlah pengguna ini meragukan banyak pihak. Tak sedikit yang menyebutkan kalau banyak akun palsu di Facebook"
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Media sosial Facebook mengklaim kalau jumlah penggunanya telah tembus 2 miliar. Namun, benarkah 2 miliar pengguna Facebook ini aktif, bukan akun palsu yang sengaja dibuat? Klaim Facebook akan jumlah pengguna ini meragukan banyak pihak. Tak sedikit yang menyebutkan kalau banyak akun palsu di Facebook.

Salah satunya adalah Aaron Greenspan, rekan satu kampus Mark Zuckerberg di Harvard University, Amerika Serikat, yang meragukan klaim jumlah pengguna Facebook ini. Dia mengatakan bahwa klaim Facebook tidak sepenuhnya benar karena 50 persen pengguna Facebook merupakan akun palsu.

"Facebook telah berbohong pada publik tentang skala masalah akun palsu yang sepertinya melampaui 50 persen dari jaringannya," ujar Aaron Greenspan seperti yang dilansir dari Mashable.

Untuk membuktikan ucapannya, entrepreneur teknologi ini menulis laporan 70 halaman dengan judul Reality Check. Bahkan, Aaron Greenspan mengklaim jika pihak Facebook sudah melakukan penipuan massal karena pemasangan harga iklan di Facebook yang terlampau mahal.

Terkait penipuan massal, Aaron Greenspan menuding Facebook sebenarnya belum memiliki cara akurat untuk menghitung jumlah akun pengguna aktif yang memiliki keterangan asli atau sesuai dengan identitas di dunia nyata.

"Facebook tidak punya cara akurat untuk mengukur masalah akun palsu. Kami pun mengestimasi bahwa 50 persen atau lebih pengguna Facebook aktif bulanan ini adalah palsu," ujar Aaron Greenspan.

Menanggapi hal tersebut, Facebook pun langsung mengeluarkan pernyataan resminya dan membantah tuduhan akun palsu yang dilontarkan Aaron Greenspan. "Itu (tuduhan Aaron Greenspan) adalah kesalahan. Kami bisa bertanggung jawab atas klaim yang kami buat. Kami menyuguhkan fakta, meskipun tentang akun palsu," tulis Facebook dalam keterangan resminya.

Facebook sendiri memang pernah merilis data mengenai jumlah akun palsu. Pada tahun 2017 lalu, media sosial paling populer di muka ... Baca halaman selanjutnya